Dia yang Tak Pernah Benar-benar Kembali

Everybody's Changing - Keane

Hari ke sepuluh. Badai.

Gue. Yang terlalu melekat. Dan tidak mau menghadapi kenyataan bahwa semua sudah berubah, dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Dia. Baik-baik saja. Selalu begitu. Sedang menarik jangkar bersiap untuk pergi.

Gue. Menatap ke perbatasan langit dan laut. Diam.

Dia. Menepuk punggung gue dengan rasa persahabatan, dan berkata, "Ayo kita melupakan kita,"

Gue. Menangis. Diam. Menatap kedepan.

Dia. Tersenyum. Punggung kokohnya tenang. Dia damai. Seperti yang selalu gue doakan.

Getir. 

Didepan sana ada badai. Hujan deras. Angin kencang. Awan tebal.

Percaya kan kalau dibalik itu semua, ada matahari cerah, laut tenang, angin sejuk, dan pelangi besar yang cantik?

Gue, menganggukkan kepala. Walaupun hati gue menggeleng terlalu keras sampai-sampai gue khawatir dia akan melihatnya.

Saat itu hujan turun. Deras. Membasahi kita.

Baguslah. Kali ini kau tidak perlu melihat aku menangis.

Komentar