Shadow

Dua hari. Baru dua hari. Seperti menonton horror di siang bolong.

Hari kedua di tahun yang baru ini, bayangan itu muncul. Bayangan hitam, besar, bayangan jahat yang membayangi pikiran-pikiran gue, membuat perut gue mulas dan mual. Bikin semangat gue patah, badan gue lesu, dan gue kehilangan cahaya gue. Membuat pikiran gue gelap, membuyarkan pelangi berwarna gue menjadi kelabu. Membuat sebuah tembok bernama kebahagiaan yang bahkan belum selesai gue bangun, runtuh seketika.

Sepuluh hari berlimpah cahaya, seketika semua cahaya itu redup. Seperti kunang-kunang yang terbang berhamburan dari semak karena terusik. Seperti dedaunan di pohon kering pada musim gugur yang tertiup angin. Seperti hujan, turun tanpa bisa dikendalikan. Membasahi apa saja, siapa saja, dimana saja. Seperti gelap dan kesunyian yang mencekam dan mencengkram. Mematahkan hati, mengeringkan tulang.

Hilang. Semua hilang. Karena dia kembali. Bayangan itu.

Bayangan itu, datang. Datang tanpa diminta. Datang memang karena seharusnya. Seandainya dia datang dalam wujud, wujud yang menenangkan. Wujud yang memeluk, wujud yang tersenyum, wujud yang membelai. Tentulah gue tidak akan menolak. Bahkan mungkin menyambut. Karena sebenarnya, ada sesuatu yang bernama rindu yang melekat. Ingin sekali menyapa, ingin sekali bicara. Bukan sebagai bayangan hitam, yang menudungi terang dalam hari-hari, yang membisikkan ketakutan, kekhawatiran, bayangan yang semakin kuat karena menelan seluruh cahaya yang gue miliki. Menebarkan teror bernama kesepian, kesendirian, meninggalkan luka yang terlalu dalam untuk disembuhkan.

Semua berkata, "Jangan merunduk terus! Pergi dan temukan cahaya! Buatlah bayangan itu pergi! Bersenang-senanglah!". Tidak. Aku tidak bisa. Bayangan itu sudah terlalu besar sekarang. Cahaya yang aku miliki sudah tidak sanggup membuatnya pergi. Gue terikat, gue terkurung. Gue butuh cahaya pertolongan, tangga bintang, jembatan pelangi, apa saja! Supaya menarik gue dari jurang bayang-bayang ini.

Dia kembali. Memang seharusnya dia kembali. Dia tidak akan pergi terlalu lama. Tapi dia kembali tanpa diminta. Tanpa dia tahu, dialah bayang-bayang jahat itu, dan gue hidup didalamnya. 

Masih ada 363 hari. Apakah gue bisa bertahan? 

O God, I need a light.


Komentar

  1. pake senter, senternya beli di ck..... galah gw bisa menerangi hati lu kok

    BalasHapus

Posting Komentar